Rahasia Cara Merawat Sukulen Yang Bagus Dan Benar
Tanaman kaktus dan sukulen tamat-selesai ini menjadi begitu populer dan digunakan selaku flora hias di dalam ruangan. Terutama di ruang kerja, yang fungsinya selaku relaksasi mata bagi pekerja kantoran yang sehari-hari menghadap layar. Meski terlihat mudah, bahu-membahu cara merawat sukulen perlu diperhatikan. Pasalnya jenis flora sukulen ini merupakan flora hidup, akan cepat membusuk bila tidak dirawat dengan sempurna.
Saat dilihat sekilas, sukulen memang mirip sekali dengan kaktus. Namun sukulen dan kaktus mempunyai perbedaan yang terletak pada bentuk daunnya. Kaktus mempunyai daun yang berupa duri, sedangkan sukulen memiliki kelopak yang mirip daun. Walau begitu karakteristik keduanya sama, yaitu menyerap serta menyimpan air pada batang terutama.
Dipercaya bahwa tumbuhan sukulen tidak memerlukan penyiraman yang banyak seperti tumbuhan yang lain, sehingga orang-orang terkadang membiarkan tanaman sukulen hidup tanpa diberikan perawatan yang benar. Padahal ada sendiri cara merawat sukulen yang mesti dilaksanakan biar sukulen tetap indah dan segar. Perawatan sukulen dilarang dianggap remeh bagi yang ingin mempunyai sukulen atau yang telah memilikinya.
Cara Merawat Sukulen dengan Tepat
Sukulen ialah flora hidup yang sejenis tumbuhan kaktus. Bisa dibilang, semua tumbuhan kaktus ialah sukulen, tetapi tidak semua sukulen ialah kaktus. Sukulen dan kaktus memiliki karakteristik yang serupa adalah sama-sama menyerap dan menyimpan cadangan air di batang utama tumbuhan.
Sukulen menjadi alternatif flora hias di dalam ruangan yang paling banyak disukai. Hal ini dikarenakan sukulen tidak membutuhkan penyiraman rutin seperti halnya tumbuhan kebanyakan. Sukulen dapat hidup dengan penyiraman yang jarang, serta ukurannya yang kecil sangat sesuai dijadikan penghias ruangan.
Meski begitu, sukulen tetaplah tanaman hidup yang membutuhkan perawatan. Banyak orang yang masih tidak mengetahui bagaimana cara merawat sukulen yang sempurna. Untuk itu, simak penjelasan di bawah ini.
Baca Juga: Syarat Budidaya Kacang Panjang dan Metode Pemupukannya
1. Pilihlah Pot yang Tepat

Tanaman sukulen akan lebih cantik sebagai dekorasi di dalam ruangan utamanya dengan pot yang serupa cantiknya. Memilih pot yang lucu dan cantik tidak salah, cuma saja tentukan pot yang diseleksi mempunyai lubang di bab dasarnya.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sukulen ialah tumbuhan hidup, yang mana kalau air penyiraman tergenang di dalam pot maka akar flora akan cepat membusuk. Sehingga pot untuk tumbuhan sukulen semestinya pilih yang memiliki lubang di bab dasarnya. Tujuannya agar air dapat merembes keluar dari lubang tersebut, sehingga menghindari peluangpembusukan akar.
Ini yakni salah satu cara merawat sukulen yang paling sering diabaikan banyak orang. Apalagi sukulen ditempatkan di dalam ruangan, sehingga akan menyulitkan kalau terdapat lubang di bab bawah pot alasannya mampu mengotori meja, lemari maupun perabotan lain yang digunakan sebagai daerah meletakkan sukulen.
Permasalahan tersebut mampu diselesaikan dengan menawarkan ganjal berbentukpiring kecil di bawah pot, sehingga air yang merembes keluar akan tertampung di piring. Disarankan untuk memilih pot yang berbahan terakota dan tembikar, yang mana materi tersebut dapat menyerap air kemudian mengeluarkannya melalui pori-pori.
2. Pilih Media Tanam yang Tepat
Selain pot, media tanam juga sungguh besar lengan berkuasa terhadap kelancaran hidup sukulen. Media tanam yang ideal untuk sukulen mulai dari lapisan bawah yakni bebatuan atau pasir malang, lalu lapisan atasnya beri gabungan tanah dengan pupuk kandang, terakhir lapisan yang paling atas diisi dengan sekam bakar.
Pasir malang atau bebatuan di lapisan paling bawah berfungsi untuk meminimalkan kelembaban tanah. Kemudian campuran tanah dengan pupuk sangkar berfungsi untuk membuat sukulen tetap subur.
Apabila tidak mempunyai semua bahan-bahannya, bisa cukup dengan memasukkan tanah ke dalam pot, pastikan lubang drainasenya berukuran besar supaya air tidak tergenang di dalam tanah.
3. Lakukan Penyiraman yang Cukup

Sukulen memang tidak membutuhkan penyiraman yang banyak dan sering. Waktu penyiraman sukulen yang ideal ialah sepekan atau 2 ahad sekali. Itupun penyiramannya tidak boleh dilaksanakan secara berlebihan terlebih hingga airnya tergenang di permukaan. Siram secukupnya saja, dan tentukan air penyiraman mampu merembes dari lubang drainase supaya akar tidak cepat membusuk.
Supaya penyiraman menjadi salah satu cara merawat sukulen yang efektif, sebaiknya siram dengan cara disemprot. Hal ini untuk menyingkir dari keunggulan air yang masuk ke pot sehingga tidak akan terjadi penggenangan air.
Baca Juga: Point Penting Cara Merawat Bunga Kertas Dijamin Nggak Ribet
4. Berikan Pencahayaan yang Pas
Meskipun diletakkan di dalam ruangan, sukulen tetap memerlukan pancaran sinar matahari agar tetap segar. Akan tetapi bukan mempunyai arti dengan diposisikan langsung di kawasan yang terpapar terik sinar matahari sampai sehari penuh penuh. Walaupun habitat asal sukulen berada di daerah kering, namun akan lebih ideal jika sukulen ditempatkan di bawah sinar matahari selama setidaknya 4 jam dalam sehari. Tidak perlu dipindah keluar ruangan, cukup dengan menempatkannya di akrab jendela yang terkena sinar matahari. Dengan menawarkan pencahayaan sesuai porsinya, sukulen diharapkan akan tetap sehat dan indah.
5. Menggunakan Moisture Meter untuk Mengetahui Kapan Harus Menyiram Sukulen
Cara merawat sukulen yang bagus yaitu dengan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menyiram sukulen. Tanaman ini memang tidak membutuhkan penyiraman rutin sama mirip kaktus. Hanya saja, jangan hingga membiarkan media tanam sukulen jadi sungguh kering dahulu untuk disiram kembali. Atau saat permukaan media tanamnya kering, padahal di bagian dalamnya masih lembap.
Untuk mengenali kapan waktu yang tepat, mampu dengan memanfaatkan moisture meter. Moisture meter kerap kali disebut juga sebagai tester kadar air. Dengan ini, mampu dimengerti tingkat kelembaban tanah media tanam sukulen. Sehingga penyiraman mampu dilaksanakan di waktu yang sempurna dan akar akan terhindar dari pembusukan.
6. Pastikan Daun Sukulen Selalu Kering

Berbeda dari flora hias lainnya, sukulen akan gampang terserang kutu daun bila air mengendap terlalu lama di bagian daun sukulen. Sehingga ketika sedang menyiram sukulen, semestinya hindari bab daun. Kalau ternyata air mengenai bagian daunnya, segera dikeringkan. Air yang mengendap terlalu lama di bagian bawah daun juga mampu menyebabkan pembusukan daun.
Sama halnya saat mendapati daun sukulen yang layu, seharusnya secepatnya dibuang. Jika dibiarkan terlalu lama, daun yang layu juga akan memanggil datangnya kutu daun. Daun layu adalah wajar bagi sukulen, alasannya adalah nantinya akan timbul lagi daun baru sehingga sungguh dianjurkan untuk secepatnya dibuang.
7. Pemberian Pupuk Secara Berkala
Sukulen juga memerlukan pupuk supaya komponen haranya tetap terjamin. Pupuk yang biasanya dipakai untuk sukulen yakni NPK. Dosis pemberiannya semestinya tidak terlampau banyak, sebab dapat menyebabkan panas berlebih sehingga sukulen akan rusak dan mati. Cara merawat sukulen yang benar adalah dengan diberi pupuk NPK sebanyak 2 hingga 3 butir pada tiap tumbuhan, sesuaikan dengan ukuran tanamannya juga. Pemberian pupuk yang ideal dilaksanakan setiap 1-2 bulan sekali.
Itulah isu cara merawat sukulen yang bagus dan benar. Dari informasi ini mampu dikenali jikalau sukulen juga tetap memerlukan perawatan yang sempurna, tujuannya semoga tidak mudah membusuk dan mampu berkembang dalam jangka waktu yang usang.
Jangan lupa untuk ikuti perkembangan situs web kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.
Komentar
Posting Komentar